Jumat, 04 Desember 2015

RESENSI BUKU



RESENSI BUKU




    -  Identitas buku

Judul buku                  : Menggambar Suatu Proses Kreatif
Pengarang                   : Francis D.K.Ching
Penerbit                       : Erlangga
Tahun Terbit                 : 2002
Jumlah Halaman          : 208 halaman



2.      Diskripsi Buku

Buku ini berisi tentang pengenalan menggambar dan teknik menggambar. Buku ini sangat berguna bagi para pecinta seni, terutama seni menggambar. Banyak sekali cara – cara dan teknik menggambar yang di ajarkan dalam buku ini. Selain cara dan teknik, buku ini juga menjelaskan unsur – unsur yang terkandung dalam suatu gambar, yaitu berupa titik dan garis. Dalam buku ini dijelaskan, bahwasanya menggambar merupakan bentuk kreativitas seseorang untuk membuat karya untuk menghasilkan kemiripan atau menyajikan suatu objek. Selain sebuah seni, menggambar juga bisa dijadikan sebagai alat berpikir dan berkomunikasi dalam mengungkapakan ekspresi jiwa dan imajinasi diri seseorang.
Buku ini terdiri dari cara - cara dan teknik menggambar suatu objek, baik berupa sketsa ataupun benda nyata di kehidupan. Ada banyak teknik menggambar yang di ajarkan dalam buku ini. Tidak hanya teknik yang diajarkan, tetapi juga disertai contoh - contoh gambar yang membuat pembaca menjadi tertarik untuk membacanya dan mencoba untuk menggambar. Buku ini sangat bermanfaat bagi para penghobi seni menggambar untuk menambah kreativitasnya untuk menggambar.

3.      Jenis Buku

Pada buku “Menggambar Suatu Proses Kreatif’ merupakan buku pembelajaran tentang arti luas menggambar dan pengenalan teknik – teknik dan unsur – unsur yang terkandung dalam sebuah gambar. Selain itu, buku ini juga memberikan jenis – jenis gambar berdasarkan sifat dan karakter gambar tersebut.

4.      Keunggulan Isi Buku

·         Isi Buku :
Dilihat dari isi buku ini sangat menarik, karena buku ini dilengkapi dengan macam – macam gambar dan teknik menggambar. Sehingga membuat pembaca seolah – olah bisa langsung berimajinasi dengan membaca dan melihat gambar menarik.

·         Bahasa :
Bahasa dalam buku ini merupakan terjemahan dari bahasa inggris dengan izin khusus dari penerbit aslinya, John Wiley and Sons. Untuk bahasa yang digunakan sudah jelas dan mudah untuk dipahami.

5.      Kelemahan Isi Buku

Kelemahan dari buku ini yaitu untuk ukuran tulisan terlalu kecil dan peletakan paragraph yang berubah – ubah, sehingga membuat pembaca harus memahami alur bacaannya.

6.      Nilai Buku

Hal yang bisa kita dapat dari buku ini yaitu kita bisa mengungkapkan kreativitas kita dengan menggambar dan berimajinasi untuk menghasilkan suatu seni dalam bentuk gambar yang bisa kita nikmati melalui indra penglihatan, dari situ kita dapat mengekspresikan, bagaimana gambar itu bisa berkomunikasi dengan penglihatan kita, yang membuat daya tarik tersendiri untuk diri kita dalam kreativitas seni.

Kesimpulan : Buku “Menggambar Suatu Proses Kreatif” ini sangat bermanfaat bagi kalangan pecinta seni menggambar. Karena buku ini secara keseluruhan menjelaskan tata cara menggambar yang baik dan unsur – unsur yang terkandung dalam gambar. Selain itu menggambar juga bisa dijadikan sarana untuk menciptakan suatu proses kreativitas dalam menciptakan sebuah karya gambar yang bernilai seni.

Identitas peresensi: Nanda Rizal Sofirulloh

Jumat, 27 November 2015


karangan narasi

KESEHATAN HARTA YANG PALING BERHARGA

Namaku nanda, aku terlahir dalam keluarga yang sederhana. Aku pernah merasakan sebuah pelajaran hidup yang mungkin pernah dirasakan oleh orang – orang selain aku. Pelajaran hidup ini sangat berarti untukku. Karena dari apa yang sudah aku alami ini, membuat aku lebih mengerti arti sebuah kehidupan. Nahh, disini aku akan bercerita tentang pelajaran hidup yang pernah aku alami.
Suatu ketika aku di rumah nenek. Waktu itu kakekku mendapat ikan tongkol dari tempat beliau bekerja. Menurut beliau sih memang sudah ikan sisa di dalam box, sengaja kakekku untuk membawanya pulang. Sampai di rumah nenekku berniat untuk membuat pentol dari ikan tongkol tersebut, dan esoknya nenek memasak ikan itu menjadi pentol. Setelah pentolnya jadi aku disuruh memakanya, namun setelah makan lidahku terasa gatal – gatal, tetapi nenek dan kakek tidak merasa gatal setelah memakannya. nenekku pun menyuruhku untuk tidak memakan pentolnya lagi. Namun nenekku memiliki cara lain yaitu menggoreng pentol itu, dan setelah itu aku mencoba memakanya kembali, rasanya lebih enak dan lidahku tidak merasa gatal, akupun dengan lahabnya makan pentol itu.
Beberapa hari kemudian di kakiku muncul bintik – bintik yang gatal, akupun terkadang menggaruknya dengan perlahan, lalu aku memberinya salep gatal yang di beri saudaraku, namun hingga beberapa hari gatal itu belum kunjung sembuh. Bapakku pun mengajakku untuk memeriksakanya ke dokter, kata dokter aku alergi oleh ikan, nah aku berpikir mungkin karena pentol ikan tongkol yang aku makan di rumah nenekku itu yang menyebabkan aku begini. Oleh dokter aku diberi obat suntik dan obat kapsul.
Setelah mendapat beberapa hari mengkonsumsi obat itu, aku merasa gatal itu menjalar ke seluruh tubuhku, dan benar pada tubuhku muncul bercak – bercak gatal yang membuat aku tidak nyaman, sampai menjalar di wajahku. Aku juga merasa pusing dan demam. Akupun hanya bisa berbaring di tempat tidur sambil merasakan rasa gatal dan pusing. Orang tuaku semakin khawatir dengan keadaanku.
Keesokan harinya bapakku mengantarku untuk memeriksakanku ke dokter spesialis kulit di RSUD Blambangan. Disana aku diperiksa oleh dokter, dan kata dokter melihat bercak – bercak di wajahku dan mengeluarkan cairan, disitu dokter bilang aku alergi obat. Akupun semakin bingung, sebenarnya alergi ikan atau alergi obat. Akupun tidak boleh memakan makanan yang memiliki kandungan protein tinggi, seperti: telur, ikan, ayam, dll. Jadi aku menjadi orang vegetarian. Kemudian aku diberi salep dan obat kapsul oleh dokter.
Setelah 7 hari kemudian, bercak – bercak dan gatal di tubuhku hilang dan aku tidak mengkonsumsi obat lagi. Sebenarnya aku masih ragu untuk memakan makanan yang mengandung protein tinggi, namun orang tuaku menyuruhku untuk sedikit – sedikit memakannya. Selang beberapa hari, aku merasa rasa gatal itu kembali menyelimuti tubuhku. Akupun merasa tidak nyaman. Dan aku mengira tidak akan seperti gatal yang pertama kali, namun lama kelamaan gatal itu semakin jadi dan menyebar ke seluruh tubuhku. Bapakku mengajakku untuk berperiksa lagi ke dokter kulit untuk yang kedua kalinya. Seperti yang pertama aku diberi salep dan obat kapsul oleh dokter.
Sama dengan sakit yang pertama, sekitar 7 hari sakitku mulai terasa sembuh. Akupun sangat bersyukur. Yang aku herankan, setiap obat yang aku konsumsi habis, gatal pada tubuhku kambuh. Padahal aku sudah tidak memakan makanan yang sudah dilarang oleh dokter. Setiap kambuh aku memeriksakan diri ke dokter. Dan sampai 5 kali aku pergi ke dokter dan setiap obatnya habis gatalku kambuh. Dalam diamku terkadang aku menangis dan merenungi kenapa aku sampai begini, apakah ini ujian dari Allah dan atau teguran buat aku. Kedua orang tuaku terus menasehatiku agar aku tetap sabar dan menerima penyakit yang aku derita. Mereka berkata “setiap penyakit pasti ada obatnya, tetapi kamu masih diberi ujian oleh Allah untuk menguji kesabaranmu. Tidak hanya kamu saja yang pernah merasakan sakit. Semua orang pasti pernah merasakannya. Bahkan ada yang lebih parah darimu”. Dari situlah aku berfikir, mungkin ini ujian yang diberikan Allah untukku. Akupun selalu bersabar dan menerima penyakit yang aku derita ini.
Suatu ketika bu deku menjengukku di rumah untuk melihat keadaanku. Sambil melihat keadaanku beliau bercerita bahwa tetangganya pernah mengalami penyakit sama seperti aku. Tetangganya sembuh setelah berobat di dokter spesialis kulit genteng. Beliau menyuruh bapakku untuk memeriksakanku ke dokter spesialis tersebut.
Keesokan harinya aku pergi berobat ke dokter yang di diberi tahu oleh bu deku, karena buka prakteknya jam 7 – 9 pagi, dan jarak rumahku ke genteng lumayan jauh, aku dan bapak harus berangkat dari rumah pagi – pagi sekali. Apapun rela dilakukan oleh bapakku demi kesembuhan aku.
Sesampainnya di dokter spesialis tersebut aku diperiksa dan dilihat bercak – bercak di tubuhku. Sama seperti dokter sebelumnya aku alergi ikan. Akupun kembali diberi salep dan obat kapsul. Ternyata di dokter di spesialis ini biayanya lebih mahal dari dokter sebelumnya. Namun bapakku tidak memikirkan itu yang terpenting aku bisa sembuh.
Aku merasa baikkan setelah 5 hari kemudian, lebih cepat dari sebelumnya. Akupun merasa bersyukur dan berdoa agar sakitku tidak kambuh lagi. Dan tak disangka setelah beberapa hari sembuh dan aku tidak mengkonsumsi obat lagi, sakitku kambuh lagi. Aku semakin putus asa dengan sakit yang aku derita ini. Dan seringkali aku menangis dalam doaku. Selama 3 kali aku berobat ke dokter ke spesialis kulit tersebut namun sakitku belum kunjung sembuh dengan normal.
Ketika aku sudah mulai putus asa dan pasrah dengan keadaanku ini. Temanku memberiku tahu bahwa di dekat rumahnya ada dokter umum yang selalu ramai pasien. Dan menurut ceritanya hanya mengeluarkan uang Rp 10.000 untuk ongkos berobatnya. Dengan rasa pasrah akupun mencoba berobat ke dokter tersebut dengan di antar bapakku. Benar apa yang dikatakan temanku, di tempat dokter itu banyak sekali pasiennya, dan aku harus antri. Setelah diperiksa dan apa yang dikatakan oleh dokter itu sama dengan dokter sebelumnya aku juga diberi obat salep dan obat kapsul. Ongkosnya hanya Rp 10.000.
Setelah 7 hari kemudian gatal pada tubuhku kembali sembuh, aku berharap sakit ini tidak kambuh lagi. Sampai 2 minggu sakitku tidak kambuh. Aku sangat bersyukur sekali. Kini penyakit yang aku derita sudah menemukan obatnya. Dan obatnya ternyata pada dokter yang ikhlas mengobati pasiennya tanpa memikirkan biaya.
Kalau di perkirakan, aku sudah 6 bulan mengalami sakit alergi itu. Karena sakitku ini, kedua orang tuaku tidak mengeluarkan uang sedikit. Dan karena sakitku ini kedua orang tuaku menjadi gelisah dan khawatir. Ketika sakit, kita tidak banyak untuk beraktivitas seperti orang – orang yang sehat. Dari situlah aku berfikir bahwa kesehatan itu mahal harganya, dan lebih banyak – banyak bersyukur jika masih diberikan kesehatan. Karena tidak ada harta yang paling berharga selain kesehatan.
Terima kasih dan sekian cerita singkat dariku, semoga bermanfaat.. J

Kamis, 12 Maret 2015

 Perwira Polisi yang Sukses dengan Usaha Sapi Perah

 

 

 
Banyuwangi, Poldes - Tegas dan berwibawa. Bicaranya “keras”, apalagi ketika menyangkut polisi yang bersih dan soal Reformasi Birokrasi Polri (RBP). Itulah sosok Kompol Agus Dwijatmiko, SH, yang menjabat Kepala Bagian Perencanaan (Kabagren) di Polres Banyuwangi.

Namun di balik ketegasan dalam mengarahkan para anggota menjadi polisi idaman masyarakat, ia juga seorang petani. Bukan sekadar membina petani agar menjadi sejahtera melalui pogram Poldes dengan jargon Njogo Deso Mbangun Deso, tetapi ia terjun langsung menjadi petani yang layak menjadi suri tauladan. Salah satunya usahanya adalah, memelihara sapi perah.

Sebelum menjadi anggota polisi, Agus, memang akrab dengan dunia pertanian. Ia merupakan anak seorang petani di Kecamatan Bangorejo. “Asal usul saya memang petani. Saya mengembangkan usaha sapi perah ini di luar tugas kepolisian. Jika semua tugas sudah selesai, barulah giliran waktu saya mengurusi sapi,” tuturnya.

Agus, menjelaskan, untuk mengembangkan sapi perah tersebut, ia membutuhkan modal awal mencapai Rp. 400.000.000 yang diperoleh dari pinjaman Bank Jatim. Selama ini bank milik pemerintah provinsi itu memberikan pinjaman kepada petani melalui program Poldes. Agus, diberi waktu untuk melunasi pinjaman itu dalam waktu enam tahun.

Dengan modal pinjaman bank itulah, Agus, mulai membeli sapi. Ternak yang dikembangkan kebanyakan peranakan dari sapi Kanada, sebagian lagi sapi perah lokal yang didatangkan dari Lumajang. “Merawat sapi perah ini memiliki kesulitan yang lebih tinggi daripada sapi biasa. Saya belajar beternak sapi mulai dari nol,” kisahnya.

Karena memulai dari nol, Agus, sering menghadapi kendala dalam proses perawatan. Masalahnya, jumlah ahli yang piawai dalam urusan sapi perah ini masih jarang di Banyuwangi. Namun lambat laun, bersama-sama dengan peternak lain yang juga dalam taraf belajar ia berhasil mengatasi kesulitan dan bisa mengembangkan usaha.

Agus, yang juga memiliki usaha pertanian lain itu memulai usaha sapi perah dengan membeli delapan ekor sapi. Namun semuanya dalam kondisi hamil. Tidak begitu lama sapi peliharaannya melahirkan dan bisa memproduksi susu. Sapi tersebut berproduksi susu secara variasi,  berkisar antara 15 hingga 20 liter setiap hari. “Hasil produksi langsung dibeli oleh pabrik Nestle dengan harga Rp. 4.000 per liter,” jelasnya.

Untuk menghasilkan susu sapi yang berkualitas, tutur Agus, faktor makanan harus dijaga. Unsur makanan ini yang sangat mempengaruhi kesehatan sapi dan produksi susunya. Sapi perah harus banyak mengonsumsi pohon jagung muda (tebon), serta asupan vitamin yang rutin diberikan. “Dinas peternakan juga berperan dalam membantu kesehatan sapi dengan pemberian obat-obatan demi kelangsungan populasi sapi perah,“ ujar Agus.

“Saya ingin masyarakat lain juga bisa meningkatkan kesejahteraan dengan program Poldes sapi perah maupun usaha pertanian lainnya. Dengan usaha yang nyata ini, kita akan bersama-sama menatap Banyuwangi, ke depan dengan lebih baik,” pungkasnya. (guh)  



Sumber Berita: http://poldesbanyuwangi.com
http://poldesbanyuwangi.com/berita-perwira-polisi-yang-sukses-dengan-usaha-sapi-perah.html#ixzz3U9qi2YeD

Selasa, 10 Maret 2015


Kisah Pengusaha Sukses di Indonesia yang berawal dari nol
Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono
Kisah pengusaha sukses di Indonesia yang diangkat pada artikel berikut ini ialah sejarah berdirinya perusahaan taksi yang mempunyai lambang burung berwarna biru tua. Ya taksi yang dimiliki grop ini sudah membanjiri ruas-ruas jalan di kota besar yang ada di Indonesia. Sebut saja kota yang dipadati dengan taksi ini, mulai dari Jakarta, Bali, Bandung, hingga Lombok. Siapa nyana usaha yang berawal dari menjajakan bisnis taksi gelap sekarang berubah menjadi market leader di perbisnisan Indonesia, terutama dibidang transportasi. perjuangan wanita ini boleh dikatakan super hebat dalam merintis usaha. Gambaran hidupnya dalam membawa nama Blue Bird agar menjadi nomor satu penuh dengan halangan dan rintangan. Wanita inipun tidak segan-segan melawan unek-unek yang menerpa pilar usahanya. Saat ini kelompok usaha yang akrab didengar dengan Group Blue Bird ini mempunyai lebih dari puluhan anak perusahaan.
Reza Nurhilman (AXL)
Pengusaha muda sukses Indonesia merupakan sosok yang melekat pada Reza Nurhilman yang akrab di panggil "AXL". Kerja keras dan inovasinya yang sangat luar biasa ini menjadikan produknya menjadi sangat fenomenal dan heboh di Indonesia. Pasar marketing yang dibidikpun unik dan inovatif, sangatlah mengikuti perkembangan jaman yang memanfaatkan jejaring sosial twitter untuk media informasi pkeberadaan produknya.
Chairul Tanjung
Kisah sukses seorang pengusaha yang bernama Chairul Tanjung ini patut menjadi referensi bagi kita semua. Liku-liku perjuangan dalam mendirikan kerajaan bisnisnya yang sangat menginspirasi para pengusaha lainnya di Indonesia. Selain itu baru-baru ini CT sebutan akrabnya Chairul Tanjung ini menerbitkan buku yang berisi perjalanan hidupnya, karenanya buku tersebut menjadi buku best saller yang disukai semua kalangan tua dan muda. Judul buku "Chairul Tanjung Si Anak Singkong" menjadikan kepopuleran CT semakin dikenal di seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Purdi E. Chandra
Kisah sukses pengusaha kecil pendiri sebuah lembaga pedidikan yang awalnya hanya mempunyai satu atau dua murid saja, kini telah memiliki ratusan ribu murid yang hampir tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bahkan di tangan beliau, lembaga pendidikan ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Bimbingan Belajar Terbesar di Indonesia. Pasti anda tak habis pikir karena bisnis yang besar dimulai dari bisnis yang kecil, yang hanya satu cabang, dan yang paling parah cuma dua orang murid saja. Tokoh yang satu ini patutlah diangkat kisah perjalanan usahanya sebagai inspirasi kita semua. Namun siapa sangka, keberhasilannya merintis usaha ini ternyata penuh dengan jatuh bangun. Ia sering dihadapi dengan cobaan dan rintangan. Tetapi berbekal kerja keras dan semangat pantang menyerah, akhirnya ia mampu untuk memperluas kesempatan kerja bagi semua orang yang ingin berkarya bersama beliau. Buktinya beliau kini memiliki berbagai bisnis yang banyak dan tersebar di seluruh nusantara.
Eka Tjipta Widjaja
Kisah pengusaha sukses dari nol tokoh yang satu ini adalah pengusaha yang memiliki mental baja. Mungkin anda telah mengenal namanya lewat Sinar Mas Grup yang kini menjadi perusahaan raksasa di Indonesia. Saat ini, ia berada di tiga besar orang-orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia 2008. Tentu sulit dilupakan bagaimana ia meraih segala harapan yang diinginkan dengan semangat pantang menyerah. Anda mungkin tidak merasakan apa yang dirasakan olehnya. Ia sering diterpa dengan kegagalan demi kegagalan dalam menjalankan usaha. Tapi, semua itu tidak mengurungkan niatnya untuk tetap bertahan di dunia bisnis Indonesia yang saat ini konon totatl kekayaan kurang lebih mencapai USD 3,8 miliar.
Puspo Wardoyo
Kisah sukses pengusaha makanan Ayam bakar Wong Solo, Siapa yang tidak mengenal nama rumah makan yang satu ini. Restoran yang selalu mengubah penampilannya secara berkala ini mampu menyedot perhatian konsumen untuk berkunjung mencicipi menu makan yang ada didalamnya. Rumah makan yang dibuka secara kecil-kecilan ini sekarang menjelma menjadi salah satu rumah makan papan atas Indonesia. Buktinya telah berkibar Ayam Bakar Wong Solo puluhan gerai yang tersebar di kota-kota besar di nusantara. Ayam Bakar Wong Solo merupakan bisnis kuliner yang mengantarkan banyak pengusaha sukses yang ada di Indonesia melalui kisah sukses perjalan Puspo Wardoyo sebagai pendirinya. Beliau sosok tokoh pengusaha yang pantang menyerah, pekerja keras dan selalu bersemangat dalam mengembangkan usahanya. Memang banyak sekali tantangan dan hambatan yang dihadapi beliau hingga mencapai puncak kesuksesannya.
Dahlan Iskan
Kita semua pasti mengenal sosok dari tokoh Dahlan Iskan, beliau dikenal dengan orang yang pekerja keras dan mencapai kesuksesan karirnya di Indonesia. Tokoh pengusaha ini saya rasa akan bisa menginspirasi kita untuk bisa belajar dari kisah perjalanan hidup beliau.
Jakob Oetama
Kisah orang sukses berwirausaha yang berikut ini akan menambah wawasan anda bahwa ternyata dari berbagai bidang usaha yang berbeda bisa mencapai kesuksesannya. Sebuah tulisan bisa saja menginspirari bagi para pembacanya. Bidang jurnalistik sangatlah berperan penting tumbuhnya bangsa ini. Banyak sekali tokoh-tokoh jurnalistik telah mengilhami tulisannya baik itu di media cetak maupun media informasi lainnya. Tokoh pengusaha sukses kali ini yang diangkat dalam artikel berikut tidak hanya tokoh jurnalistik tapi kiprahnya di dunia wirausaha sangat memberi semangat bagi banyak pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia. Beliau sangatlah tangguh, pekerja keras, ulet dan selalu bersemangat dalam setiap apa yang dilakukannya.
Irma Suyanti
Orang cacat yang sukses tokoh berikut ini sangatlah luar biasa dan bermental baja. Keterbatasannya tidak menghalangi untuk mencapai kesuksesan. Beliau adalah pengusaha penyandang cacat yang mempunyai karyawan hampir 2.500 orang. Wow ... angka yang sangat fantastis bagi kebanyakan orang normal lainnya. Bisa anda bayangkan bagaimana kerja keras dan keuletan beliau dalam memimpin perusahaannya mulai dari nol.
Tokoh orang cacat yang sukses ini sangatlah wajib untuk diangkat dan disejajarkan pada kalangan pengusaha sukses Indonesia karena kisah perjalanan beliau yang sangat inspiratif sekali. Besar harapan saya, pembaca sekalian bisa mengambil hikmah di dalam isi artikel pengusaha sukses Indonesia ini.
Sukanto Tanoto
Motto hidup orang sukses ini adalah do the right thing, do the thing right. Do the on right thing maksudnya adalah sebagai suatu pedoman pada pola manajemen, sedangkan Do the thing right memiliki arti sebagai penekanan terhadap pentingnya suatu action (tindakan). Siapa yang menyangka anak seorang pedagang ini mampu berkiprah di jagat bisnis Indonesia. Berkat kerja keras dan ketekunan dalam membangun kerajaan bisnisnya, Raja Garuda Mas International dan PT Inti Indorayon a Utama, beliau berhasil membawa namanya bertengger diurutan pertama orang terkaya di Indonesia versi Forbes Juli 2006.
Pentingnya mempunyai motto hidup orang sukses ini menguatkan dirinya dalam menghadapi tantangan hidup sejak beliau masih kecil. Tokoh pengusaha sukses ini adalah anak dari Amin Tanoto. Ia adalah sulung dari tujuh beraudara. Kehidupannya cukup sederhana. Sepulang sekolah, harus membantu sang ayah menjual minyak, peralatan mobil, dan bensin. Di sela-sela kesibukannya membantu sang ayah berdagang, beliau masih menyempatkan untuk membaca buku kegemarannya yaitu buku tentang revolusi Amerika dan Perang Dunia. Disini semangat bisnis sang pengusaha sukses ini semakin tercermin.

Cerita Sukses Pengusaha Muslim Muda Di Kanada


Cerita Sukses Pengusaha Muslim Muda Di Kanada
Haroon Mirza seorang pemuda berusia 29 tahun yang telah menjadi milioner di Toronto Candan. Mirza dan dua partnernya menjual perusahaannya kepada intel sbuah perusahan Informasi teknologi terkemuka tahun lalu. Berkat kerja kerasnya dia merasakan manisnya sebuah kesuksesan.
Mirza berasal dari keluarga imigran yang datang ke Kanada pada saat ia berumur 13 tahun, bersama keluarganyanya yang berasal dari Pakistan, namun keluarga ini sempat tinggal di Arab Saudi dan Inggris.
“Pada saat hidup keluargamu susah untuk bertahan di Negara orang lain, maka kamu akan lebih termotivasi untuk menjadi sukses” Mirza menjelaskan. 
“Pada saat saya muda, saya tidak tahu apa yang saya inginkan dan bagaimana meraih cita-cita, tapi apapun itu, saya memiliki tekad yang kuat untuk meraih apapun cita-cita yang saya ingin capai dengan sekuat tenaga” tuturnya.
Dia juga berkata bahwa imigran biasanya sudah memiliki karakter sebagai seorang wirausaha sukses yang sudah melekat pada diri mereka. Hal ini dikarenakan mereka telah memiliki keberanian pada saat mereka pindah ke Negara lain dan mereka juga memiliki harapan yang besar untuk mewujudkan cita-cita baru mereka.
“Pada umumnya, bukanlah orang biasa yang tinggal di Negara asal yang pindah ke luar negeri, tapi justru orang-orang yang terbaiklah yang biasanya pindah ke luar negeri” Dia mengatakan. “Karakter seseorang yang berani untuk pindah ke tempat baru dan mengambil resiko yang kemungkinan menyebabkan mereka sukses di bisnis”
Mirza bekerja sama dengan partnernya yaitu Faizal Javer dan Shahzad Malik. Keduanya merupakan teman belajar pada saat kuliah di universitas Carleton di Ottawa.
“Cita-cita kami hanyalah ingin mendirikan bisnis bersama-sama” katanya. “kami memiliki nilai yang sama dan kami semua memiliki jiwa bisnis, pada saat kami bersama, kami berusaha untuk mencari tahu tentang masalah apa yang di hadapi perusahaan dan bagaimana solusinya”
Mereka adalah trio yang saling bersinergi, salah satu dari mereka adalah ahli computer, ahli bisnis dan marketing. Tapi mereka merasa memiliki banyak ketidaktahuan, sehingga mereka mencari seseorang yang bisa menjalankan rencana bisnis mereka.
Mereka bertemu dengan Suresh Mada, wakil presiden eksekutif dan manager portafolio di perusahaan Excalibur Menejemen, dimana ia biasa mengatur  portafolio bernilai $110 juta, terutama untuk perusahaan-perusahaan baru.
“Apakah anda tahu tentang poster elektronik? Kami menyadari bahwa industry periklanan seperti ini berusaha untuk mengetahui dampak dari iklan mereka. Mereka ingin mengetahui berapa banyak orang yang telah melihat iklan ini, siapa yang melihat dan berapa lama mereka melihat iklan ini. Perusahaan seperti ini menginginkan suatu informasi tentang seberapa sukses poster-poster iklan mereka.
“Lalu kami bertanya kepada diri kami sendiri, bisakah kami menemukan solusinya?”
Pada akhirnya mereka bisa. Di bawah payung perusahaan berlogo CognoVision, mereka membuat software yang menggunakan teknologi rekoknasi muka (facial recognition) untuk memberikan informasi kepada pengiklan seberapa sukses iklan mereka.
Teknologi ini bisa mengumpulkan data-data berapa banyak orang yang melewati iklan tersebut, berapa banyak yang berhenti dan menonton iklan tersebut, seberapa lama mereka menonton iklan, jenis kelamin mereka dan bahkan kisaran usia mereka.
Pada tahun 2007, perusahaan ini mengikuti kompetisi teknologi TiEQuest. Mereka tidak menang, tapi perusahaaan ini berhasil menarik berbagai kalangan industri untuk menggunakan jasa mereka. Tahun 2009, perusahaan ini mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan paling inovatif di Canada.
Tahun 2010, intel mendekati mereka dengan tawaran yang menarik dengan kisaran tawaran antara $17 juta sampai $25 juta.

Kamis, 05 Maret 2015

    

Kisah Pengusaha Sukses yang Mampu Bangkit dari Kerugian Ratusan Juta


 Hari ini saya akan menceritakan bagaimana kisah pengusaha sukses yang mampu bangkit dari kerugian ratusan juta. Semoga kisah pengusaha sukses ini mampu memompa semangat Anda untuk selalu berpikir positif dan bangkit dari kegagalan.
Riza Yuda Prasetya… adalah alumnus Universitas Gajah Mada yang kini sukses berbisnis kerajinan. Perkenalan Riza (panggilan akrab beliau) dengan dunia usaha dimulai tahun 2002 sewaktu masih Kuliah di UGM. Dia bersama teman-teman kuliah mengelola sebuah Event Organizer dan secara kebetulan, Riza ditunjuk sebagai pimpinannya.
Usaha ini hanya berjalan selama kurang lebih satu tahun dikarenakan satu persatu anggota EO tersebut lulus dan bekerja di banyak perusahaan. Walhasil jalannya organisasi milik Riza tersebut menjadi timpang. Walaupun pada waktu itu Riza sempat menjadi manager event organizer di sebuah perusahaan internasional dengan durasi kontrak selama satu tahun, nampaknya usaha tersebut tidak bisa diteruskan lagi.
Akhirnya Riza memutuskan untuk menghentikan usaha Event Organizer-nya. Beruntungnya, ia dapat melihat sebuah peluang usaha yang ia rasa cukup berprospek tidak lama setelah ia memutuskan berhenti dari usaha pertamanya. Peluang usaha tersebut adalah membuat kerajinan dari karton atau kardus ataupun bahan bambu, sesuatu yang sama sekali tidak ia bayangkan sebelumnya.
Berkat keseriusannya, ia mampu menggandeng salah satu eksportir di Jogja yang bernama “Out Of Asia” untuk menangani pemasaran produknya. Akhirnya Riza mendapatkan sebuah proyek besar dari “Out Of Asia” untuk mengerjakan box dari karton yang akan di jual ke luar negeri.
Produk yang ia buat adalah tempat lilin yang dijual ke Amerika serta tempat coklat dijual ke Jerman. Proyek itu berjalan selama 6 bulan dan Riza mengaku banyak mendapatkan keuntungan dari kerjasama itu. Dari keuntungan proyek tersebut, Riza mampu membeli 3 unit mobil dan mulai membuka jasa rental mobil.
Setelah keberhasilannya menangani proyek dari “Out of Asia” tersebut, ide bisnis Riza mulai “bergerak”. Ia pun mulai melirik bisnis furniture atau mebel yang saat itu prospeknya sangat menjanjikan. Keuntungan yang ia dapatkan bisa berlipat dibandingkan dengan bisnis kerajinan.
Dia juga berpikir bahwa daerah asalnya, Blora, mempunyai sumber kayu jati yang terkenal sehingga diharapkan bisa mendukung produksi yang prima.
Akhirnya Riza memutuskan untuk bekerjasama dengan beberapa rekannya untuk menggarap pesanan furniture dari Italia. Setelah diadakan beberapa pertemuan dengan rekan-rekannya, akhirnya disepakati untuk mengerjakan proyek itu bersama-sama.
Di sinilah prahara bisnisnya muncul. Riza salah dalam memilih bahan kayu jati. Yang seharusnya kekeringan kayu jati tersebut 19%, ia sudah melakukan proses produksi ketika kekeringan baru mencapai angka 21%.
Setelah furniture tersebut selesai ia produksi dan dimasukkan ke dalam kontainer untuk dikirim ke Italia, masalah demi masalah muncul. Kekeringan yang tidak sesuai membuat furniture yang berada di dalam kontainer dengan suhu yang panas membuat lem yang ia gunakan untuk merekatkan kayu mulai renggang. Sesampainya di pelabuhan Italia, barang kiriman dari Riza ditolak buyer karena tidak sesuai dengan pesanan. Akibatnya fatal !! Untuk kesalahan tersebut, Riza harus menanggung kerugian ratusan juta rupiah. Dan untuk menutupi kerugiannya, ia dengan terpaksa harus menjual seluruh unit mobil yang dia miliki.
Dari situ pria berambut panjang ini mulai menyadari kesalahannya dan belajar bahwa segala sesuatunya harus dilakukan dengan fokus. Tidak berpindah-pindah usaha sebelum benar-benar menguasainya walaupun keuntungan bisnis lain tersebut menggiurkan. Akhirnya Riza memutuskan untuk kembali fokus menekuni bisnis kerajinan yang sempat ia abaikan.
Dan tepat pada tahun 2005, mantan pemimpin aktivis mahasiswa ini mulai mengembangkan bisnisnya untuk merambah ke bisnis kerajinan tas yang ia pelajari dari beberapa pengrajin yang ada di Kulon Progo. Kerajinan tas ini terbuat dari berbagai macam bahan seperti mendong, pandan, enceng gondok, aggel, daur ulang majalah.
Riza juga mulai aktif untuk menghubungi para eksportir yang ada Jogja dan Pulau Bali, karena fokus utama dari kerajinan adalah untuk pangsa ekspor.
Untuk produksinya, Riza memberdayakan masyarakat sekitar dengan sistem borongan. Misalnya untuk 1 tas akan mendapatkan 5 ribu rupiah dan bergantung dari jenis produk yang bisa diselesaikan. Dia mengaku bahwa pada saat ramai pesanan, ia bisa memberdayakan sekitar 90 orang.
Disamping tenaga borongan, Riza juga mempekerjakan 8 orang pegawai tetap. Bahan baku ia datangkan dari Tasikmalaya, Kulon Progo, Semarang dan Banyuwangi.
Disamping memenuhi pesanan eksportir untuk luar negeri, Riza juga bekerjasama dengan pengusaha lokal untuk memasarkan produknya hingga ke kota Bandung, Surabaya, Jakarta, Makasar dan kota-kota besar lainnya. Dalam satu minggu, Riza bisa mengirim sebanyak 10-5 kali kiriman.
Harga produknya pun sangat bervariasi, tergantung jenis dan ukuran. Ia mematok kerajinannya dengan harga 8 ribu rupiah sampai dengan 80 ribu rupiah. Di bisnis ini kerajinan ini, Riza menargetkan keuntungan sebesar 20% dari nilai total produksi. Sedangkan untuk pengiriman, semuanya ditanggung pihak pembeli. 
Sebelum menutup pembicaraan, Riza membagikan beberapa kiat sukses bisnis kepada Anda untuk bisa menjadi pengusaha muda Indonesia yang sukses :
  1. Kita harus membulatkan niat dan tekad untuk bergerak di bidang wirausaha. Dengan kebulatan niat dan tekad itu akan menuntun kita berpikir dan bertindak untuk mengalahkan ketakutan akan kegagalan.
  2. Selalu berpikir inovatif dan mencari solusi terhadap setiap masalah yang dihadapi.
  3. Selalu mengamati perilaku pasar sebelum mengambil sebuah tindakan. Misalnya jangan terlalu cepat mengeluarkan produk inovatif yang baru jika produk yang lama trendnya masih meningkat. Jika terlalu cepat mengeluarkan model baru bisa mengakibatkan tergerusnya pasar produk yang lama.
Oh iya, sebelum saya akhiri kisah pengusaha sukses ini, Riza membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin bekerjasama dengan dia untuk pemasaran produknya. Anda berminat?